Pre Opening: IHSG Diperkiraan Mixed, Cenderung Naik

Analisa Trading-Hari ini indeks akan bergerak mixed to up dan menguji resistance terdekat di level 4.852. Indeks akan bergerak di kisaran support 4.829 dan resistance 4.852.  Indeks Harga Saham Gabungan  (IHSG) diperkirakan bergerak mixed. Hari ini IHSG bergerak pada kisaran level 4815 – 4880. Beberapa saham yang dapat direkomendasikan, antara lain:  KLBF, BBRI, AALI, PGAS, BMRI, SMRA, dan BWPT.

Pada perdagangan Senin (5/5) IHSG diperkirakan akan berada pada rentang support 4828-4832 dan resisten 4846-4868. Shooting star dekati middle bollinger band (MBB ). MACD masih menurun dengan histogram negatif yang memendek. RSI, Stochastic, dan William’s %R masih mencoba berbalik naik. Laju IHSG dapat bertahan di atas kisaran target support (4815-4830) namun, sempat juga berada di dalam target resisten (4850-4868).

Pergerakan IHSG masih akan berada dalam range sideways. Faktor eksternal seperti perilisan data resmi Non-Manufacturing PMI China sebesar 54.8 yang masih relatif kuat, serta eskalasi konflik Ukraina yang berpeluang mempengaruhi pergerakan dana asing di IDX. MFI uptrend 71.1%, Stochastic bullish reversal, namun MACD masih bearish continuation.

Investor akan menunggu lebih lanjut data HSBC Final Manufacturing PMI, data pertumbuhan GDP Indonesia, serta data Business Confidence. Peluang penguatan sangat besar apabila hasil tersebut positif. Sejalan dengan data makro positif inflasi April 7.25% (-0.07% mom), dan Surplus neraca perdagangan sebelumnya USD 673 juta per Maret 2014.

Pergerakan IHSG diperkirakan masih akan bervariatif cenderung melemah jika tidak ada sentimen positif yang mampu membawa kembali IHSG ke zona hijau. Persiapkan kemungkinan terburuk jika rilis data manufaktur China dan GDP Indonesia tidak sesuai harapan.

IHSG pada perdagangan Jumat 2 Mei 2014 ditutup melemah 0,03% pada level 4838. Sektor pertambangan mengalami koreksi terbesar. Investor asing melakukan net sell senilai Rp 86,1 miliar. Indeks di bursa Wall Street pada perdagangan Jumat ditutup melemah akibat kecemasan akan memburuknya ketegangan di Ukraina, meskipun pada awal sesi indeks sempat menguat karena data non-farm payrolls yang meningkat pada level tertinggi dalam dua tahun terakhir.

Kenaikan pada 2 hari terakhir tampaknya tidak cukup kuat mempertahankan IHSG di zona hijau.  Padahal laju bursa saham Asia bergerak variatif cenderung menguat dan terutama rilis data-data dari dalam negeri berupa inflasi dan neraca perdagangan sesuai dengan estimasi sehingga pada dasarnya tidak terlalu memberikan sentimen negatif untuk IHSG. Apalagi asing juga kembali mencatatkan net buy.

Memburuknya kondisi di Ukraina, menimbulkan kecemasan akan dijatuhkannya sanksi ekonomi terhadap Rusia. Data nonfarm payrolls AS bulan April meningkat menjadi 288 ribu, dari bulan sebelumnya 203 ribu dan lebih baik dari estimasi 210 ribu. Tingkat pengangguran turun menjadi 6,3% dari 6,7% dan lebih baik dari estimasi 6,6%. Pada pekan ini, selain mencermati data ekonomi, diperkirakan pergerakan indeks di bursa Wall Street akan dipengaruhi oleh perkembangan politik di Ukraina.

Data ekonomi AS yang akan dirilis pada pekan ini diantaranya ISM se rvice, trade balance, consumer credit, wholesale inventories. Dari domestik, pasar akan menantikan RDG pada Kamis pekan ini dan pengumuman capres dan cawapres yang diperkirakan akan dilakukan pada pekan ini.

Selain itu, investor menanti hasil rekapitulasi suara pemilihan legislatif, yang sedianya akan dirilis minggu ini oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Di sisi lain, partai-partai politik kemungkinan juga akan menetapkan koalisi dan pasangan calon presiden serta wakil yang akan diusungnya pada pekan ini.

Pasar saham Amerika Serikat (AS) berbalik arah melemah pada akhir pekan lalu, seiring kembali tingginya kekhawatiran terhadap konflik di Ukraina. Indeks saham Dow Jones Industrial Avg ditutup turun -0,28% dan S&P 500 terkoreksi -0,13%.  Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas ditutup menguat. Harga minyak mentah WTI naik +0,57% ke USD 99,76 per barel. Sementara harga emas Comex menguat +0,65% ke posisi USD 1302,90 per troy ounce. (FR)

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *