Harga Minyak Mentah Tertahan

SYDNEY – Minyak mentah Brent bergerak volatile mendekati setelah data yang mungkin menunjukkan manufaktur di China, konsumen minyak terbesar kedua di dunia, melambat.

Di sisi lain, Brent juga naik untuk pertama kalinya dalam tiga hari di tengah meningkatnya ketegangan di Ukraina. Pembacaan akhir pada indeks China Purchasing Managers dari HSBC Holdings Plc dan Markit Economics ditaksir mencapai 48,4 pada April, menandakan adanya kontraksi.minyak
“Keseluruhan data China mencatat nampaknya belum mampu menguat. Harga minyak mendapatkan beberapa dukungan dari eskalasi di Ukraina,” kata chief executive officer Barratt’s Bulletin, Jonathan Barratt, seperti dilansir dari Bloomberg, Senin (5/5/2014).

Brent untuk pengiriman Juni turun 4 sen menjadi USD108,55 per barel di London ICE Futures Europe. Volume semua perdagangan berjangka yang diperdagangkan mencapai 23 persen di bawah rata-rata 100 hari perdagangan.

Sedangkan West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni naik 14 sen menjadi USD99,90 per barel di perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange. Premi Brent terhadap WTI berakhir di USD8,72 per barel.

HSBC dan Markit mungkin akan mengonfirmasi indeks manufaktur China berada di 48,4 naik dari 48,3 pada Maret meskipun masih menunjukkan sinyal kontraksi. Data resmi pabrik akan dirilis, diperkirakan akan berada pada tingkat yang lebih rendah dari proyeksi 50,4 dari 50,3 pada Maret.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *