Dolar AS Terpuruk, Berharap Peningkatan Suku Bunga

SINGAPURA – Dolar Amerika Serikat (AS) masih mengalami pelemahan, menyusul penurunan mingguan terhadap mata uang utama. Investor menanti keputusan Gubernur the Federal Reserve Janet Yellen Chair, di tengah spekulasi bank sentral AS akan

mempertahankan suku bunga mendekati nol persen.

Para pedagang melihat adanya peluang Komite Pasar Terbuka Federal akan menaikkan suku bunga pinjaman pada Desember. Dolar AS sedikit menguat pada akhir pekan kemarin, setelah data pemerintah menunjukkan tingkat pengangguran jatuh pada April.

“Saya berharap data tetap relatif lemah dalam waktu dekat. Atmosfer yang ada sudah tidak lagi menunjukkan tren bullish, sampai anda melihat adanya sinyal kenaikan suku bunga dari FOMC, saya tidak yakin dolar AS akan menguat,” jelas managing director Rochford Capital, Thomas Averill, seperti dilansir dari Bloomberg, Senin (5/4/2014).

nilai dolar turunThe Bloomberg Dollar Spot Index, yang memantau dolar AS terhadap 10 mata uang utama, berada di 1.007,39, turun 0,3 persen dari pekan lalu di kisaran 1.007,72.

Dolar AS sedikit berubah pada USD102,09 per yen Jepang dan USD1,3866 terhadap euro. Sementara euro terhadap yen, berada di 141,55 per euro dari 141,77 per euro.

Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan bahwa para pekerja naik 288.000 pada April, terbesar sejak Januari 2012. Pengangguran turun menjadi 6,3 persen, tingkat terendah sejak September 2008.

Yellen mengatakan pada 16 April bahwa kenaikan upah tetap dengan kecepatan yang lambat dengan sedikit tanda-tanda percepatan. Dia akan berbicara pada kongres pada 7 Mei.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *