WALL STREET DITUTUP BERVARIASI JELANG LAPORAN PEKERJAAN

New York – Saham-saham di Wall Street ditutup bervariasi pada Kamis (Jumat pagi WIB, 2/5/2014), setelah hari yang sibuk dengan rilis data ekonomi menjelang laporan pekerjaan bulanan AS yang dipantau cermat pada akhir pekan.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 21,97 poin (0,13 persen) menjadi berakhir pada 16.558,87, sedangkan indeks berbasis luas S&P 500 merosot 0,27 poin (0,01 persen) menjadi ditutup pada 1.883,68.

wallstreet 3

Namun indeks komposit teknologi Nasdaq, yang jauh terlemah dari tiga indeks selama enam minggu terakhir, naik 12,90 poin (0,31 persen) menjadi 4.127,45.

Para investor mencerna sejumlah data ekonomi yang menunjukkan tanda-tanda menjanjikan untuk belanja konsumen dan aktivitas manufaktur, tetapi hasil yang mengecewakan dalam data belanja konstruksi dan klaim pengangguran.

Art Hogan, kepala strategi pasar di Wunderlich Securities, mengatakan para investor akan “menempatkan perhatian lebih besar” kepada laporan bulanan pekerjaan AS pada Jumat dibandingkan dengan data lainnya.

Ini adalah “sikap menunggu dan melihat baru di bidang angka pekerjaan,” kata Hogan.

Anggota Dow, ExxonMobil, melaporkan laba sebesar 2,10 dolar AS per lembar saham, di atas 1,88 dolar AS yang diperkirakan oleh para analis Wall Street. Tetapi pendapatannya meleset dari ekspektasi serta perusahaan melaporkan penurunan 5,6 persen dalam produksi minyak dan gas. Saham Exxon menurun 1,0 persen.

Perusahaan TV satelit DirecTV mendapat dorongan dari sebuah laporan Wall Street Journal yang mengatakan bahwa pihaknya didekati oleh pengakuisisi potensial, raksasa telekomunikasi AS AT&T, dalam sebuah kesepakatan yang bisa bernilai hingga 40 miliar dolar AS. Saham DirecTV naik 4,1 persen, sedangkan saham AT&T merosot 0,3 persen.

Saham AstraZeneca yang diperdagangkan di AS naik 2,6 persen menyusul laporan bahwa Pfizer berencana untuk mempermanis usulan mengakuisisi raksasa farmasi Inggris itu. Saham Pfizer turun 0,4 persen.

Ford Motor mengumumkan bahwa Alan Mulally akan mengundurkan diri sebagai kepala eksekutif pada 1 Juli mendatang dan menunjuk direktur operasi Mark Fields untuk menggantikannya. Mulally, mantan eksekutif Boeing, dipuji dengan keberhasilannya dalam perubahan arah dari produsen mobil terbesar kedua AS itu.

Ford juga mengatakan penjualan di AS menurun satu persen pada April. Saham Ford jatuh 1,5 persen.

Harga obligasi naik. Imbal hasil pada obligasi pemerintah AS berjangka 10-tahun turun menjadi 2,61 persen dari 2,65 persen pada Rabu, sementara pada obligasi 30-tahun turun menjadi 3,41 persen dari 3,46 persen. Harga dan imbal hasil obligasi bergerak berlawanan arah

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *