PERAK MENAPAKI JATUHNYA EMAS, TERENDAH DALAM 3 TAHUN TERAKHIR.

Selama sembilan tahun terakhir, beragam industry mengkonsumsi perak sehingga mendorong harga perak keawan-awan. Saat ini para investor menampik permintaan industri dan kembali menitikberatkan perhatian mereka pada menurunnya daya tarik emas sebagai safe haven, setelah The Federal Reserve mengurangi kebijakan stimulusnya, sehingga mendorong laju inflasi dan kenaikan bursa saham.

Harga perak terseret turun setelah harga emas juga mengalami penurunan, paska kenaikan panjang kedua komoditi ini yang membuat harganya bisa naik lebih dari enam kali lipat. Berbagai prediksi menyatakan bahwa harga Perak akan ada dikisaran harga $18.80 per ons pada kuartal ketiga ini, harga termurahnya sejak 2010 disaat harga emas diperkirakan juga akan jatuh 7.8 persen.

Sektor industry masih akan memegang peranan untuk menentukan arah harga Perak, namun demikian tidak begitu dominan sekali. Para investor melihat potensi kenaikan harga Perak seiring dengan kenaikan harga emas, dan kini setelah harga emas juga menapaki jalur penurunannya, maka perak juga diperkirakan akan menapaki jalur yang sama.

Korelasi pergerakan kedua komoditi ini memang sangat kuat, sepanjang Desember 2008- Juni 2011, harga emas mengalami kenaikan 70 persen sementara harga perak mampu naik tiga kali lipat. Kedua komoditi ini mampu mencetak harga termahalnya, setelah The Fed memompa lebih dari $2 trillion kedalam sistem keuangan mereka dan memangkas suku bunganya hingga mencapai angka mendekati nol persen. Sejak tahun lalu, dengan sinyalemen kondisi ekonomi AS mulai membaik, harga emas anjlok 28 persen dan harga perak turun 36 persen.  Ini merupakan penurunan yang paling besar prosentasenya bagi kedua komoditi ini sejak 1981.

1

Di bursa London, harga Perak menurun 16 persen dalam satu semester ini ke harga $19.2008, sementara harga emas juga turun 3.9 persen. Disaat yang sama, indek MSCI All-Country World naik 3.7 percent. Diluar kebutuhan sebagai pengaman investasi, hakikatnya komoditi ini dipergunakan dalam berbagai industry. Membaiknya kondisi ekonomi memberi harapan akan pulihnya permintaan akan emas dan perak. Industri otomotif dan elektronik misalnya, mulai dari Tingkok hingga AS memerlukan komoditi ini dalam industrinya.Lebih dari separuh suplai perak dipergunakan untuk industri, sebaliknya emas hanya dipakai sekitar 10%.

Harga emas secara umum bisa mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga yang terjadi di pasar, hal ini membuat investor yang memegang asset perak terpengaruh. Jatuhnya harga emas tahun lalu membuat investor berbondong-bondong melepaskan posisi dan menempatkan sejumlah investasi mereka di berbagai tempat di muka bumi ini. Nilai investasi Perak mengalami penurunan sebesar 42 persen mencapai 105.3 juta dolar AS, tercatat sebagai yang paling rendah sejak 2008. Untuk tahun 2014 ini harga Perak diperkirakan lebih rendah dari rata-rata harga perak dalam tiga tahun terakhir ini.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *