Bursa Sydney Bergerak Nyaris Flat Ditekan Lesu Saham Pertambangan

Analisa Trading-Bursa saham yang dibuka pada perdagangan Kamis ini di Asia tampak mengalami kecenderungan menguat (1/5). Perdagangan diperkirakan akan sepi pada hari ini karena sebagian bursa Asia termasuk bursa China, Hong Kong dan Korea Selatan tutup untuk merayakan hari Buruh.

Para investor hari ini fokus kepada rilis PMI manufaktur resmi dan HSBC Final Manufacturing PMI dari China. Sementara itu nanti malam pasar menantikan rilis data Non Farm Payrolls AS.

Bursa saham Australia pagi ini masih mampu memberikan kenaikan mengikuti positifnya akhir perdagangan di bursa saham Wall Street dini hari tadi. Kenaikan indeks benchmark S&P ASX 200 terbatas oleh turunnya harga saham di sektor pertambangan.

Hari ini indeks benchmark di bursa saham Australia tampak mengalami kenaikan dan masih berada di kisaran tertinggi dalam enam tahun belakangan. Indeks S&P ASX 200 menguat sebesar 0.13 poin dan berada pada posisi 5489.20. Indeks benchmark ini masih rawan untuk tergelincir ke teritori negatif.

Saham di sektor pertambangan tampak mengalami pergerakan yang cenderung melemah. Saham Rio Tinto mengalami penurunan sebesar 0.6 persen. Fortescue Metals melemah sebesar 2 persen di tengah turunnya harga barang tambang bijih besi.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan indeks benchmark di bursa saham Australia pada perdagangan hari ini akan bergerak sideways di tengah sepinya pasar saham Asia karena liburan hari Buruk. Indeks S&P ASX 200 ini diperkirakan akan mengalami pergerakan pada kisaran 5460 – 5510 poin.(VN)

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *