Hal-Hal Yang Dipertimbangkan The Fed Untuk Lanjutkan Tapering

Para pembuatan kebijakan di The Fed pada pekan ini akan bersiap untuk kembali mengambil keputusan terkait program pemotongan pembelian stimulus secara masif atau yang dikenal dengan tapering. Kendati tak ada perdebatan berarti yang terjadi dalam pengambilan suara atas kelanjutan tapering bulan lalu, untuk FOMC bulan ini, diperkirakan Yellen dan kawan-kawan akan menemui sedikit kesulitan dalam mengambil keputusan.
the fed

Kurangnya Peningkatan Sektor Tenaga Kerja

Satu isu utama yang pernah dikemukakan oleh Yellen beberapa minggu lalu, yaitu masih kurangnya peningkatan dalam pasar tenaga kerja, memang menjadi hambatan tersendiri bagi pemulihan ekonomi. Meskipun, tingkat inflasi Amerika Serikat mulai menunjukkan kenaikan menuju target 2%.

Selain itu, masalah tenaga kerja juga menjadi salah satu pertimbangan untuk menaikkan suku bunga acuan. Para pejabat The Fed masih menggodok masak-masak rencana kenaikan suku bunga, dengan pertimbangan kondisi perekonomian secara keseluruhan. Penyusutan neraca, kenaikan biaya pinjaman, serta gelembung aset yang kemungkinan terjadi tak luput dari pertimbangan Bank Sentral AS tersebut.

Dampak Negatif Pemberhentian QE

Menurut seorang pengamat Ekonomi yang diwawancarai oleh CNBC, Michael Pento, jika The Fed menghentikan program pembelian aset bulanan maka ada kemungkinan bahwa harga aset akan runtuh, atau bahkan resesi. Singkatnya, berakhirnya QE juga akan menjadi akhir dari “efek kesejahteraan”. Karena, QE diketahui juga membantu mendorong kepercayaan dan menggerakkan roda aktivitas ekonomi.

Jatuhnya harga properti serta saham juga menjadi salah satu risiko yang dihadapi The Fed jika menghentikan program QE. Meski demikian, konsensus tetap yakin dan memperkirakan bahwa efek dampak tersebut memang ada, namun tak besar.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *