Bursa Jepang Akhiri Perdagangan di 2 Minggu Terendah Akibat Menguatnya Yen

Analisa Trading-Bursa saham Jepang mengakhiri perdagangannya Senin siang ini di teritori negatif (28/4). Bursa saham ditutup anjlok hingga ke level paling rendah dalam dua minggu belakangan. Menguatnya nilai tukar yen membayangi data ekonomi yang positif.

Saham-saham pengecer tampak mengalami penurunan meskipun data pertumbuhan penjualan eceran bulan Maret berada di angka tertinggi sejak tahun 1997. Saham Fast Retailing mengalami penurunan sebesar 2 persen. Takashimaya tampak mengalami pelemahan sebesar 0.7 persen.

Japan Display mengalami penurunan luar biasa tajam sebesar 16 persen setelah perusahaan memotong proyeksi keuntungan operasionalnya sebesar nyaris 11 persen.

Saham Honda Motor pada akhir perdagangan hari ini ditutup anjlok 4.5 persen meskipun perusahaan melaporkan kenaikan penghasilan tahunan sebesar 56 persen.

Indeks spot Nikkei terpantau ditutup mundur sebesar 141.03 poin atau 0.98 persen di posisi 14288.23 poin. Indeks berjangka Nikkei berada di level 14300, stagnan dibandingkan dengan penutupan perdagangan akhir pekan lalu. Pada perdagangan hari ini indeks berjangka Nikkei telah mengalami pergerakan pada kisaran 14225 – 14350 poin.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan bursa saham Jepang pada sesi perdagangan selanjutnya akan cenderung mengikuti arahan dari bursa saham Eropa dan Wall Street. Pada perdagangan nanti malam bursa Wall Street akan menantikan arahan dari rilis data pending homes sales Amerika Serikat. (VN)

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *