Inflasi Australia Kembali Naik, RBA Disarankan Pertahankan Suku Bunga Rendah

Analisa Trading-Tingkat inflasi di Australia pada kuartal  I-2014 dilaporkan naik ke level 2,9 persen. Sebelumnya posisi tingkat inflasi Negeri Kanguru tersebut berada pada level 2,7 persen. Angka ini sudah melampaui ekspektasi para ekonom yang sebelumnya memperkirakan kisaran inflasi hanya di level 2,5 persen.

Fluktuasi inflasi Australia di tiap kuartalnya dapat dilihat pada grafik dibawah ini:

australia-inflation-cpi

Bank sentral Australia saat ini sedang menargetkan inflasi negaranya di kisaran 2 – 3 persen. CPI dilaporkan meningkat 2,9 persen pada kuartal pertama, sedangkan perkiraan ekonom sebelumnya kenaikan dapat mencapai 3,2 persen.  Biro statistik Australia  juga sudah merilis indeks harga konsumen yang menunjukkan peningkatan sebesar 0,5 persen pada kuartal terakhir.

Saat ini Bank Sentral Australia (RBA) telah menurunkan suku bunga ke rekor terendah untuk menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi wilayah yang  jauh dari daerah pertambangan, letaknya di sebelah utara dan barat Australia untuk memicu pertumbuhan investasi.

Serta merangsang pertumbuhan konstruksi perumahan dan sektor ritel di wilayah selatan dan timur Australia. Harga rumah dan apartemen di kota-kota besar Australia mengalami pelonjakan sebesar 10,6 persen hingga 31 Maret lalu dengan kenaikan terbesar sebesar 15,6 persen dipimpin oleh kota Sydney.

Di sisi lain, tingkat pengangguran Australia secara mengejutkan menurun untuk periode Maret menjadi 5,8 persen dari revisi 6,1 persen pada bulan sebelumnya, angka ini menunjukkan penurunan terbesar sejak Agustus 2010.  Jumlah orang yang bekerja dengan penuh waktu turun menjadi 22.100 pada bulan Maret, sedangkan jumlah pekerja paruh waktu meningkat menjadi 40.200. Sedangkan proporsi kontribusi penduduk yang tergolong dalam kategori angkatan kerja tercatat menurun.

Belum lagi sekitar 50.000 pekerja yang bekerja di sektor industri mobil dan suku cadang sedang terancam bahaya saat ini setelah Toyota Motor Corp pada bulan Februari lalu diikuti General Motors Co dan Ford Motor Co mengumumkan rencana mereka untuk keluar dari sektor manufaktur di negara tersebut.

Agar dapat menekan inflasi yang mungkin masih akan terjadi dengan diprakarsai oleh melambungnya harga rumah dan apartemen saat ini serta kemungkinan melonjaknya tingkat pengangguran, maka RBA disarankan tetap mempertahankan suku bunganya pada tingkat yang rendah saat ini agar dapat memicu pertumbuhan investasi di negara tersebut sehingga akan banyak investor baik lokal ataupun asing yang berminat memasuki pasar Australia. (VN)

 

Salam Profit!

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *