Bank Sentral Mesir Melarang Ekstra Komisi Dalam Transaksi Forex Di Bank Lokal

Kabar terbaru kembali datang dari Mesir. Setelah kabar pendirian kantor baru FXOpen di Mesir, Bank Sentral Mesir (CBE) menerbitkan peringatan kepada bank-bank lokal yang beroperasi di negara tersebut untuk menghindari penerapan komisi ekstra dalam transaksi yang melibatkan mata uang asing.

Menurut kutipan Gubernur CBE Hisham Ramez dalam dokumen peringatan yang dikutip oleh Zawya, peringatan tersebut dibuat sebagai upaya untuk meregulasi pasar forex selama masa-masa sulit yang sedang dialami oleh Mesir. Ramez mengatakan bahwa CBE tengah melakukan analisa terhadap pasar forex demi memastikan kesesuaian dan peningkatan efisiensi. Selain itu, langkah ini ditempuh untuk meminimalisasi pelanggaran-pelanggaran yang menyebabkan kerugian.

bank central of egypt
bank central of egypt

Menurut salah satu narasumber perbankan terpercaya yang diwawancarai oleh Zawya, bank-bank di Mesir hanya boleh menerapkan komisi penjualan forex pada kisaran 1%-1.5% saja. Tetapi, CBE memberikan kebebasan bagi bank-bank tersebut untuk menentukan persentasenya secara presisi, asalkan tak melampaui batas tersebut. Peraturan ini sebetulnya telah ditetapkan pada sejak tahun 90-an.

Undang-undang perbankan pasal 135 di Mesir menyebutkan bahwa bank-bank yang terbukti melanggar peraturan tersebut akan dikenai sanksi. CBE berhak menjatuhkan sanksi berupa peringatan hingga penangguhan fasilitas kredit yang sedianya akan diberikan pada bank tersebut. Di samping itu, CBE juga berhak memaksa bank pelanggar peraturan untuk menyetorkan pendapatan deposito non-bunga kepada CBE.

Berbagai program repatriasi telah diluncurkan oleh Ramez semenjak ia menjabat sebagai ketua CBE. Ramez ingin selalu memastikan bahwa para investor asing yang membeli obligasi Pemerintah Mesir dan akses saham dalam Dolar AS, telah mematuhi peraturan investasi yang diterapkan oleh pemerintah Mesir.

 

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *